Empat Orang Di Desa Takmung Bali Digigit Anjing Rabies

Empat Orang Di Desa Takmung Bali Digigit Anjing Rabies


Sejak tanggal 10 hingga 11 Januari 2021 lalu ditemukan kasus seekor anjing ras telah menggigit empat warga di Desa Takmung, Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Kini, anjing tersebut telah dieliminasi. Pada Kamis (15/1/2021) kemarin, hasil sampel otaknya telah keluar, dan dinyatakan positif rabies. Semua warga yang mendapat gigitan anjing ras tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan diberi vaksin anti rabies (VAR). 

Berikut dibawah ini beberapa fakta tentang kasus seekor anjing ras yang menggigit empat warga di Klungkung, Bali seperti yang dilansir oleh IDN Times bali :

  1. Asal Usul Anjingnya Tidak Jelas

Ida Bagus Juanida selaku Kepala Dinas Pertanian Klungkung memberikan keterangan bahwa anjing tersebut dipungut seorang warga Desa Takmung dari Desa Setra, dua bulan lalu. Awalnya anjing tersebut dipelihara dan diikat oleh warga yang memungutnya. Namun, anjing yang tidak diketahui jenis rasnya itu tiba tiba lepas setelah berkelahi dengan anjing liar. Semenjak itulah anjing tersebut berkeliaran, lalu menggigit empat warga di Desa Takmung selama dua hari berturut turut. 


Empat orang yang digigit itu adalah dua orang yang merupakan pemeliharanya, dan dua orang lain merupakan tetangganya. Setelah dilakukan eliminasi dan uji laboratorium terhadap anjing tersebut, ditemukan hasil positif rabies. Pada Kamis sore (14/1/2021) kemarin, hasil lab anjing keluar. Hasil sampel otak anjing itu positif rabies, ini merupakan kasus gigitan rabies yang pertama di tahun 2021. 


  1. Dua Korbannya Masih Anak Anak Berusia 4 Dan 11 Tahun

dr Ni Made Adi Swapatni selaku Kepala Dinas Kesehatan Klungkung juga menerima laporan anjing rabies yang menggit empat warga di Desa Takmung. Awalnya ia hanya menerima laporan ada dua kasus gigitan saja di Desa Takmung. Tetapi ternyata setelah ditelusuri ada empat korban yang digigit, bahkan dua diantaranya masih anak anak. 


Swaptani menjelaskan ada empat orang korban gigitan anjing tersebut, dua orang diantaranya masih anak anak berusia 4 dan 11 tahun. Sedangkan dua orang lainnya sudah dewasa. Keempat korban gigitan langsung diberi VAR. Sedangkan serum rabies tidak diberikan, pasalnya tidak ada gigitan pada posisi berisiko tinggi seperti jari atau tangan dan diatas posisi pundak. Semuanya telah ditangani, pihaknya juga meminta jika ada lagi warga yang terkena gigitan anjing diharapkan segera ke puskesmas. 


  1. Kabupaten Klungkung Belum Terbebas Dari Rabies

Setelah menerima hasil lab, anjing anjing disekitar Desa Takmung dan Desa Satra dieliminasi oleh petugas Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Klungkung. Pasalnya wilayah tersebut dicurigai sebagai awal mula adanya kontak dengan anjing rabies tersebut. Ada empat anjing liar yang dieliminasi, karena dicurigai ada kontak dengan anjing rabies itu. Ada juga 12 ekor anjing setempat yang diberi vaksinasi. Untuk kedepannya akan mulai gencar dilakukannya vaksinasi terhadap anjing anjing peliharaan. 


Himbauan bagi masyarakat yang memiliki anjing peliharaan supaya tidak dilepasliarkan dan rajinlah vaksinasi. Pasalnya hingga saat ini Klungkung belum terbebas dari rabies. 

Baca Juga : Ciri-Ciri Kucing Rabies

Gigitan anjing tidak hanya menyebabkan luka atau sakit saja, tetapi juga bisa membuat korbannya berisiko terserang penyakit tertentu bahkan kematian. Setidaknya 18 persen luka akibat gigitan anjing akan terinfeksi bakteri. Pasalnya ada lebih dari 60 bakteri yang terdapat pada mulut dan air liur anjing. Bakteri bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit berbahaya seperti rabies. Oleh karena itu gigitan anjing itu harus diwaspadai !


Comments

Popular Posts